Senin, 26 Oktober 2009

puisi tanpa judul

Adha bukanlah sekedar ritual potong kambing
Bukan pula gemerlap pesta daging

Adha adalah bukti penghambaan
Adha adalah tanda cinta pada sang Pemberi Kehidupan
Adha adalah tanda kasih kemanusiaan

Sembelihlah nafsu-nafsu binatang dalam jiwa
Tumpahkanlah darah kotor yang mengalir dalam dada
Rubuhkanlah kesombongan yang menganga

Tebarlah kedamaian di bumi
Mi’rajkan ruhmu ke langit
Datangilah Tuhanmu dengan qurban terbaik
Keluarlah, dan bahagiakan orang-orang disekitarmu

Jadikan Adha menghujam dalam jiwa
Belahlah dadamu
Sucikan jiwanya dengan air zam-zam
Isilah dengan cahaya dan kerinduan
Rindu akan perjumpaan dengan Rabbmu
Rindu akan penghambaann kepada Tuhanmu
Semayamkanlah rasa rindu itu
Hingga kelak terlahir rasa cinta
Biarlah rasa cinta itu tumbuh
Semoga Allah membalas dengan limpahan cintaNya

Manakah yang lebih beruntung dari orang yang dicintai Allah?
Kehilangan seperti apakah yang akan dialami
oleh orang yang memiliki cinta Sang Pemilik segala sesuatu?

Selamat Idul Adha
dan selamat menyemaikan Adha dalam dada…